Showing posts with label SOHC. Show all posts
Showing posts with label SOHC. Show all posts

Friday, 7 June 2013

Kawasaki pulsar 200ns seharga 23.3 juta... pengin beli...


Setelah ngebaca tentang harga kawasaki bajaj pulsar 200NS dari tmcblog.com yang hanya 23.3juta, gimana gitu rasanya... kayak dompet di saku mau loncat aja... he he he emangnya dompet bisa nampung uang sebesar itu?? yeee... kan ada kartu ATM... Balik ke pembicaraan tentang 23.3 juta, Coba brader bayangkan  uang segitu untuk motor 200cc, mesin tangguh, power gede, plus tampang keren. Menggiorkan nggak tuh??? Bandingkan juga dengan motor-motor jepang yang kapasitas mesinnya lebih kecil atau yang setara, harganya lebih tinggi bro.
Apalagi dengan Kawasaki sebagai pemasar atau penjual dari si keren ini, sudah tentu manjadi suatu kemudahan bagi konsumen kala berurusan dengan yang namanya service/spare-part. tinggal datangke dealer kawasaki, maka keresahan akan service rutin dan ketiadaan sparepart pun tidak lagi terjadi.

Balik lagi ke masalah harga yang sangat menggiurkan untuk ukuran motor sport, dengan harga 23.3 juta  kita sudah dimanjakan semua keunggulan yang ada di motor-motor sport jepang. Mulai dari tampang yang real sport, rangka delta box, lekuk body yang malah sedkit mirip dengan new yamaha vixion. Mesin sudah mengandalkan 4 klep SOHC yang telah duluan diterapkan di Yamaha Vixion, Plus liquid Cool yang menjamin mesin tetep adem..
Naaaah gimana menurut brader harga segitu???

Wednesday, 6 March 2013

Kenapa ya jaman gini pabrikan masih setia ama SOHC...??



Kok jaman semaju sekarang ini pabrikan motor masih mempertahankan system penggerak cam SOHC pada motor-motor produksinya ya??? Bandingkan dengan mobil-mobol keluaran baru yang sering berseliweran di jalanan, semua mesinnya sudah pada menerapkan dobel cam alias DOHC. Mulai dari mobil murah sampai yang termahal, dari mobil pick-up sampai mobil sedan sport. Hayooo jawab knapa???
Gimana juga dengan pabrikan mobil Amerika macam chevy yang masih tetap setia dengan sistem push-rod dan 2 klep??? Padahal pabrikan mobil jepang dan eropa sudah DOHC semua bahkan dengan bukaan klep sistem variable alias VVT dan ada imbuhan i’ nya lagi. Trus gimana juga dengan mobil-mobil Drag-race Amerika, rata-rata memakai mesin dengan sistem penggerak SOHC dan push-rod. Jika diamati dari torehan powernya, mesin DOHC bisa menghasilkan power yang sangat luar biasa dibandingkan SOHC ataupun mesin dengan sistem Push-rod ini. Trus apa sebabnya mereka masih percaya dengan sistem klasik ini?? Alasannya ada pada output power dan torsinyayang ada pada Rpm yang relatip rendah dibandingkan mesin-mesin DOHC, mesin DOHC rata-rata kurva powernya rendah di Rpm rendah lalu naik sedikit-demi sedikit dan meningkat tajam direntang Rpm tinggi. Lain lagi dengan mesin SOHC & Push-rod, dari Rpm bawah power dan torsinya sudah meningkat dengan sangat tajam. Inilah yang dimanfaatkan oleh Dragster Amrik, mereka tidak perlu lagi menahan gas di Rpm yang relatip tinggi saat start. Power akan keluar seketika kala injakan gas dimainkan, dan melesat bak peluru.
ni mesin balap bro, tapi masih make sistem push-rod

Kembali ke poin pembicaraan tentang masih setianya pabrikan motor akan mesin SOHC. Sama halnya dengan yang otoblogz utarakan diatas, pabrikan masih sangat setia dengan mesin SOHC dikarenakan sisi lain dari mesin SOHC. SOHC itu simpel, murah, mudah, trus enak diajak stop and go.... apalagi buat ibu-ibu kepasar.... waaah pas tuch.... masih ada pembicaraan tentang SOHC-SOHC yang lainnya di tulisan berikutnya..... jadi... SOHC lover... come to this blog again ya...

Thursday, 24 January 2013

SOHC tidak akan pernah lengkang akan waktu.

Jika dulu kita sangat-sangat jarang menemukan motor bermesin DOHC, bahkan bisa dibilang tidak ada. Maka beda dengan sekarang ini, berjibun motor telah menerapkan sistem cam dobel di headnya. Motor lokal dipelopori oleh pabrikan Suzuki dengan Satria FUnya, dan Honda jauh sebelumnya dengan CBR150R. Namun CBR150R pada saat itu tidaklah resmi didatangkan oleh Honda, CBR150R didatangkan secara import oleh importir umum. Semenjak semenjak 2011, Honda telah memasarkan secara resmi motor-motor DOHCnya macam CBR150R dan CBR 250R, daaan yang paling menggebrakkan tentu pada Honda CB150. Inilah motor street fighter Indonesia yang memakai mesin DOHC.
Back to the point, yaitu pembahasan kita tentang mesin SOHC yang telah lebih dulu mendominasi pasaran. Dimulai dengan Sohc 2 klep, sampai dengan SOHC 4klep yang pertama kali dipelopori oleh Yamaha dengan Jupiter MX135 dan berikutnya dilanjutkan oleh kedatangan si Vixion 150. Generasi SOHC 4 klep inilah yang menjadi gebrakan. Eiiiit, tapi.... tunggu dulu.... Yamaha bukanlah yang menjadi pemain pertama dalam 4 klep Sohc di Indonesia. Masih ingat dengan si Thunder 250 alias GSX250 juga memakai SOHC 4 klep, tapi udah di stop produksi. Sehingga sekarang ini Yamaha lah yang menjadi raja di jajaran motor camshaft SOHC yang bisa menyetarakan dirinya dengan pabrikan yang mengandalkan mesin DOHC.
SOHC 4 klep sebenarnya lebih unggul dibandingkan DOHC jika dilihat dari segi mesin berkapasitas kecil  dibawah 250cc dan asalkan tuningnya dimaksimalkan pabrikan. Kenapa???? tell me why???? ya tentu karena "TORSI", lah apa hubungannya dengan torsi dan apa juga hubungannya dengan kapasitas mesin atau CC kecil??. Mari kita bahas sekarang, torsi tentu ada hubungannya dengan berat motor kan. Coba bandingakan berat motor sport 150cc-250cc dengan sportbike 250cc keatas. Kita ambil contoh Honda CBR250R yang berbobot sekitar 160kg, dengan Supersport 600cc yang kisaran bobotnya 160kg-180kg'an. Bedanya  terbilang sangat tipis, bahkan hampir setara. Tentu dengan bobot yang lumayan ini, selain power yang besar juga dibutuhkan torsi yang badak. Solusi pertama tentu ada di sistem camshaft dan stroke. Camshaft sudah jelas jatuh pada SOHC 4 klep yang unggul dari segi torsi dan powernya juga tidaklah kalah. Yang kedua stroke, yang menjadi pilihan tentu stroke yang agak lebih panjang seperti punyanya CBR250R. Dan alangkah baiknya kedua itu dipadukan antara SOHC 4 klep dan long stroke seperti halnya Yamaha Vixion. Tapi.... vixion ntuh ada kurangnya yaitu di segi over strokenya, over stroke memiliki rentang power yang terlalu rendah. Sehingga Rpmnya terbatas di kisaran 11 ribu.... lebih dikit bisa sieh.... tapi sangat riskan untuk dibawa harian, apalagi terus triak diatas 11ribu rpm... over heat trus.... bruaaaxxxx.... jebol dieh....
Pokoknya untuk motor yang berkapasitas dibawah 250cc ntuh cocoknya ama SOHC yang memanjakan torsi... plus dengan torsi ini motor dibawah 250cc yang bobotnya bisa dibilang setara moge akan sangat mudah meraih putaran atas....
Tidak berhenti sampai disni saja pembahasan kita tentang SOHC, di tulisan kedepannya akan banyak dibahas tentang mesin SOHC... so.... tetap kunjungi blog ini.... oke braders...
 ***maaf blom ada gambarnya, maklum make komputer di RCCL***